Sama seperti huruf kapital, penggunaan huruf miring pun harus ditulis dengan tepat agar memenuhi aturan PUEBI. Terutama bagi kamu seorang siswa atau mahasiswa, pastinya menulis merupakan sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan.
Kedengarannya memang sepele, bahkan mungkin banyak orang yang tidak tau bahwa menulis secara italic (huruf miring) sebenarnya telah memiliki aturan penulisannya sendiri. Bahkan semenjak dari EYD pedoman menulis huruf miring sudah diatur dengan baik.
Saat EYD sudah berganti menjadi PUEBI, metode penulisan huruf miring pun tetap ada dan mengalami penyempurnaan dan perubahan. Berikut berbagai penerapan yang benar di dalam menulis huruf miring sesuai kaidah PUEBI.
Penggunaan Huruf Miring yang Tepat
Baca Juga Artikel Berikut Ini
- Cara Penulisan Partikel yang Benar Sesuai PUEBI
- 3 Penggunaan Huruf Miring yang Tepat Sesuai Kaidah PUEBI
- Mengubah Pola "Playing Victim" Menjadi Komunikasi Positif: Belajar Bahasa Inggris untuk Profesional di EF EFEKTA English for Adult
- Berbagai Tips Memilih Buku Bagus untuk Dibaca
- Universitas di Bandung Memiliki Jurusan Terbaik, Ketahui Lengkapnya Berikut Ini
- 9 Aturan Penulisan Singkatan dan Akronim Sesuai Kaidah PUEBI
- Majalah anak Bobo Junior merupakan majalah yang diterbitkan oleh Kompas Gramedia.
- Dia telah membaca novel berjudul "Ayat-Ayat Cinta."
- Surat kabar Jawa Pos dibaca ayah pagi tadi.
- Berita tersebut termuat di dalam koran Radar Jember
- Freud, Sigmund. 2015. Psikopatologi. Yogyakarta: Forum
2. Huruf miring digunakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, kata, bagian kata, atau frase di dalam sebuah kalimat. Contohnya seperti :
3. Huruf miring digunakan untuk menuliskan kata atau pernyataan dalam bahasa daerah atau bahasa asing.
Contoh :
- Huruf pertama dari kata cinta adalah c.
- Huruf terakhir dari kata sayang adalah g.
- Dia tidak menulis, tetapi membaca.
- Dia selalu mencari kambing hitam atas kegagalannya.
- Dalam artikel ini tidak dibahas penggunaan huruf tebal.
3. Huruf miring digunakan untuk menuliskan kata atau pernyataan dalam bahasa daerah atau bahasa asing.
Contoh :
- Kucing memiliki nama binomial Felis catus.
- Ungkapan bhineka tunggal ika bermakna berbeda-beda tetapi tetap satu jua.
- Nama ilmiah buah mangga yaitu Mangifera indica.
- Politik devide et impera merupakan politik yang pernah diterapkan pada masa penjajahan.
- Upacara adat pasola menjadi salah satu upacara paling ekstrim di Indonesia.
Catatan : berdasarkan aturan terbaru PUEBI di tahun 2015,penulisan nama diri dalam bahasa asing atau bahasa daerah tidak ditulis menggunakan huruf miring.
Jika kamu menulis untuk tugas sekolah maupun kuliah, sebaiknya benar-benar menerapkan beberapa aturan penulisan huruf miring yang sudah dijelaskan diatas. Jangan sampai karena kesalahan kecil, akan mempengaruhi penilaian guru/dosen atas tulisan anda.
Demikian pembahasan mengenai penggunaan huruf miring yang tepat sesuai PUEBI, semoga bermanfaat.